Gunungkidul
...°C Mengambil data...
Kelembapan ...% Angin ...

Sumber Data dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)

Prakiraan cuaca lengkap

Hangatnya “Srawung” Warga Gunungkidul di Perantauan, Pekan Olahraga IKG Perdana, Sehat Bersama Dalam Persaudaraan

Bekasi – Suasana pagi di Bekasi International Soccer Field pada Minggu, 1 November 2026, mendadak terasa seperti di kampung halaman. Ratusan senyum, canda tawa berbahasa Jawa khas Gunungkidul, dan seragam warna-warni memadati lapangan hijau. Lebih dari 2.500 orang yang tergabung dalam kontingen dan defile 18 kapanewon (kecamatan) tumpah ruah merayakan pembukaan Pekan Olahraga Ikatan Keluarga Gunungkidul (POR IKG) ke-1 Tahun 2026, yang digelar menyambut HUT IKG Jabodetabek ke-56 12 Desember mendatang.

Di balik meriahnya defile kontingen, ada cerita kelelahan yang berbuah manis dari meja panitia. Ketua Panitia, Suyanto., bersama jajarannya dilaporkan rela tidak tidur dan berjibaku menyiapkan lapangan sejak pukul 12 malam hingga waktu subuh menjelang pembukaan acara.

Kerja keras tersebut mendapat apresiasi luas dari warga perantau yang hadir. Suyanto menyampaikan bahwa gelaran perdana ini mempertandingkan empat cabang olahraga antar-kapanewon: sepak bola, bola voli, bulutangkis, dan tenis meja.

Kelancaran pesta olahraga perantau ini juga ditopang oleh kolaborasi lintas sponsor. Berbagai pihak turun tangan memberikan dukungan, mulai dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), sejumlah unit usaha milik warga diaspora seperti PT Kertas Nusantara, PT Putra Perdana, PT Indosiko, ARD Carwash, PT Tata Laksana Sakti, Kedai Dunia Muda (KDM), PT Ponco Jiwa Manunggal, PT Mustikasari Persada, Sosro Indonesia, hingga perlindungan medis dan keselamatan bagi seluruh atlet melalui asuransi Saling Jaga.

Hadir langsung dari Gunungkidul, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih menyapa warganya dengan penuh kehangatan. Dalam sambutannya, ia mengingatkan bahwa olahraga bukan semata-mata soal berburu piala atau mendulang gelar juara.

Bupati Endah mengutip pidato bersejarah Presiden pertama RI, Ir. Soekarno, pada tahun 1960 yang bertajuk “Membangun Dunia Kembali”, “Bangunlah dunia ini kembali! Bangunlah dunia ini kokoh dan kuat dan sehat! Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan.” pesan Bupati.

Mengambil intisari pesan Bung Karno, Bupati Endah menekankan bahwa kompetisi harus dijadikan ajang memperkuat fisik, melatih mental sportivitas, sekaligus mempererat tradisi srawung (guyub rukun) persaudaraan warga perantauan. Menurutnya, kemenangan sejati tercapai manakala seluruh kontingen pulang dengan rangkulan silaturahmi yang makin erat [9].

Pemandangan hangat kian terasa saat Sekretaris Kemenpora (Sesmenpora) RI, Suyadi Pawiro yang juga merupakan putra daerah asli Giritirto, Purwosari naik ke podium. Dengan gaya bertutur santai di hadapan para atlet yang mulai bermandikan cahaya matahari pagi, ia menitipkan tiga sasaran utama penyelenggaraan POR IKG.

Menurutnya Gunungkidul dikenal telah banyak menyumbangkan atlet andal di kancah nasional maupun internasional, kemudian menjaga badan tetap bugar membuat aktivitas harian menjadi menyenangkan, “Dengan sehat kita makan apa saja enak. Makan tiwul saja sama sambal juga enak,” selorohnya yang disambut tawa para perantau.

Dan pesan terakhirnya mendorong ekosistem industri olahraga, Kemenpora berkomitmen mendukung ekosistem olahraga baik di tingkat perantauan maupun di Gunungkidul.

Menariknya, Sesmenpora mengusulkan agar agenda POR IKG ini diselenggarakan di lokasi yang tetap setiap tahunnya dan tidak berpindah-pindah. Menurutnya, konsistensi lokasi akan membentuk ekosistem olahraga yang matang serta memudahkan para sponsor untuk terus berkomitmen memberikan dukungan jangka panjang.

Acara pembukaan yang dihadiri pula oleh jajaran Forkopimda Kota Bekasi, Walikota Bekasi Dr. H. Tri Adhianto, Dandim 0507/Bekasi Kolonel Arm Butantri Supriyanto, serta Ketua Umum IKG Ipda (Purn.) Saimo tersebut ditutup dengan peluit tanda dimulainya rangkaian laga.

Bagi ribuan warga perantau yang hadir, ajang ini lebih dari sekadar kompetisi fisik; ia menjadi ruang temu rindu, ajang silaturahmi lintas generasi, dan panggung pengikat kebersamaan khas Gunungkidul di tanah rantau.

Leave Your Comment

Logo Radio
Logo LPPL Radio Swara Dhaksinarga LPPL Radio Swara Dhaksinarga